Senin, 21 Januari 2019

Laba Freeport Terus Tumbuh

Laba Freeport yang besar menjadi daya tarik tersendiri bagi pemerintah untuk terus mendapatkan persentase yang lebih besar. Dengan diresmikannya divestasi ini diharapkan pemerintah Indonesia dapat menikmati mulai tahun 2019 ini, sektor pemasukan memang yang sedang dikejar pemerintah untuk memperbaiki postur anggaran setiap tahunnya. Selain dari pajak, adapun dari berbagai sektor lain yang memiliki potensi besar.

Laba Freeport
Laba Freeport

Jika proses divestasi ini rampung maka Indonesia akan menjadi pemegang saham 51,23% salah satu perusahaan tambang emas terbesar di dunia tersebut. Nilai divestasi tersebut mencapai US$ 3,85 miliar atau setara Rp 56 triliun dengan kurs Rp 14.500/dolar Amerika Serikat.
Dengan menjadi pemegang saham mayoritas, maka pemerintah pusat (INALUM) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Papua akan mendapat dividen 51% dari keuntungan PTFI yang akan dibagikan. Sebagai informasi, pendapatan PTFI pada 2017 sebesar US$ 4,4 miliar meningkat dari tahun sebelumnya US$ 3,3 miliar. Sementara laba bersih pada tahun lalu mencapai 1,3 miliar dari tahun sebelumnya hanya US$ 579 juta.

Laba Freeport yang menggiurkan ini tentu harus segera didapatkan oleh Indonesia, karena jika tidak, maka akan menjadi masalah serius untuk negara ini. Indonesia memiliki segudang hal yang bisa terus dinaikan kualitasnya, terutama untuk memperbaiki sektor pemasukan negara.

Penerbangan Domestik Cukup Mahal

Penerbangan Domestik masih menjadi yang paling dilihat pertumbuhannya hingga sekarang. Karena ada begitu banyak bisnis dan penerbangan yang melayani ribuan jalur yang tersebar di seluruh Indonesia. Sebagai negara yang disatukan oleh laut dan pulau-pulau. Indonesia bisa dikatakan sebagai negara yang paling membutuhkan armada penerbangan ketimbang negara lainnya. Hal ini karena penerbangan menjadi yang paling efektif ketimbang yang lainnya.

Penerbangan Domestik
Angkutan udara merupakan salah satu alternatif moda transportasi di tanah air. Geografis Indonesia yang berbentuk kepulauan dan terbentang dari Sabang sampai Merauke seluas 1,9 km persegi menjadikan pesawat udara sebagai alat transportasi yang vital bagi masyarakat. Maka menjelang libur panjang dan liburan anak sekolah harga tiket pesawat udara melambung akibat meningkatnya penumpang pesawat udara.
Badan Pusat Statistik mencatat jumlah penumpang pesawat udara untuk penerbangan domestik pada Oktober 2018 meningkat 6,85% menjadi 8,11 juta orang dan juga tumbuh 7,85% dibanding Oktober tahun sebelumnya.

Angka ini cukup positif dan membuat Indonesia bisa mempersiapkan diri lebih baik untuk tahun mendatang. Ada begitu banyak hal yang bisa dikembangkan dari sektor penerbangan domestik ini.

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Sangat Positif

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia dibandingkan dengan beberapa negara tetangga di Asia Tenggara termasuk salah satu yang paling baik. Indonesia memiliki angka oertumbuhan ekonomi yang stabil, yang didukung dengan banyaknya pertumbuhan anggaran, infrastruktur dan pembangunan manusia. Ada beragam versi pertumbuhan ekonomi yang bisa dilihat semua orang, namun pembangunan fisik masih menjadi yang paling mudah untuk dinilai.

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Perekonomian Indonesia berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku konstan triwulan III 2018 sebesar Rp 2,68 triliun, tumbuh 5,17% dibanding triwulan III tahun sebelumnya. Untuk 2019, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi domestik tumbuh 5,3% sementara beberapa lembaga/institusi memprediksik di kisaran 5-5,2%. Masih adanya ketidakpastian global terkait kenaikan suku bunga serta ancaman perang dagang membuat Bank Dunia merevisi pertumbuhan global 2019 menjadi 3,7% dari perkiraan sebelumnya 3,9%.

Indonesia masih memiliki banyak sekali ruang untuk terus digenjot ekonominya. Karena negara ini masih berkembang dan membutuhkan waktu lebih banyak untuk mendapatkan kestabilan dari sisi pembangunan dan berbagai macam aspek lainnya.

Sabtu, 12 Januari 2019

Trafik Data Telkomsel Saat Liburan

Trafik Data Telkomsel melonjak drastis selama tahun baru kemarin. Hal ini banyak ditentukan karena makin banyaknya pengguna Internet di Indonesia yang menggunakan layanan data selama libur tahun baru kemarin. Selain mendapatkan keuntungan yang lebih besar, hal ini juga mengukur kemampuan provider tersebut dalam melayani kebutuhan masyarakat selama momen tertentu. Selama ini kita semua sering dikeluhkan oleh sulitnya akses informasi ketika momen besar terjado karena tingginya orang yang mengakses di waktu yang sama.

Trafik Data Telkomsel
Trafik Data Telkomsel
Group Head Corporate Communications Indosat Ooredoo Turina Farouk menyampaikan, layanan data mencapai 6.730 TeraBytes saat Tahun Baru 2019. Jumlah tersebut naik 11,4%  dibanding hari-hari biasa di penghujung 2018. Namun, jika dibanding malam pergantian tahun 2017 ke 2018, kenaikannya mencapai 71,7%.

Turina menyebut, puncak peningkatan trafik layanan data terjadi pada 31 Desember 2018 pukul 7 malam hingga 2 dinihari, 1 Januari 2019. "Tren penggunaan sosial media dan digital tetap menempati urutan teratas dalam kegiatan berkomunikasi pelanggan," ujar dia dalam siaran pers, Rabu (2/1).

Beberapa lokasi wisata menjadi wilayah yang mengalami peningkatan trafik data paling besar, seperti Alun-Alun Bandung, Tugu Yogya, Simpang Lima Semarang, Alun-alun Kidul Solo dan Pantai Losari Makassar.

Semoga selain mendapatkan keuntungan yang sebanding, kenaikan trafik data ini juga dapat membuat Indonesia kembali ke level yang lebih tinggi dalam melayani kebutuhan internet nasional. Ada beragam hal yang bisa dikerjakan oleh pemerintah, salah satunya adalah dengan memanfaatkan sejumlah layanan ini.

Palapa Ring Perbaiki Sistem Indonesia

Proyek Palapa Ring yang dibangun di indonesia diproyeksikan akan membantu pemenuhan target dari kominfo terkait pemajuan sarana teknologi di masa depan. Indonesia memiliki sejumlah kemajuan yang sangat pesat dari sisi teknologi, bukan hanya menjadi negara yang mempunyai konsumen digital dan penggunaan smartphone yang tinggi, namun infrastruktur di dalam negeri juga terus digenjot.

Palapa Ring
Palapa Ring
Direktur Infrastruktur Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Bambang Noegroho menyampaikan, kecepatan akses di Terminal Station Morotai bisa mencapai 40 Mega byte per second (Mbps). "Saat speedtest bisa mencapai 40 Mbps untuk unduh dan untuk unggah mencapai 7 Mbps," ujarnya dalam siaran pers, Kamis (3/1).

Sementara kecepatan akses di sekitar Taman Kota Morotai bisa mencapai 30 Mbps. Kecepatan itu meningkat dari sebelumnya yang hanya 2 Mbps. "Hal ini seharusnya dimanfaatkan operator agar masyarakat mendapatkan manfaat lebih besar,” kata dia.

Ada begitu banyak kemajuan dari sisi teknologi, kita semua harus bersyukur bahwa selama ini Indonesia tak memiliki kendala apapun dalam pengimplementasian sejumlah proyek infrastruktur dan teknologi di seluruh pelosok tanah air.

Biaya Produksi Film Semakin Tinggi

Biaya Produksi Film saat ini memang masih tinggi dan oleh karena itu berbagai macam produser film sangat berhati-hati untuk membuat film baru yang nantinya akan ditayangkan kepada seluruh masyarakat. Ada beragam hal yang mendasari kita semua untuk ikut menghitung ini, hal tersebut dikarenakan makin naiknya kecintaan masyarakat akan menonton film di bioskop, terutama untuk film produksi dalam negeri.

Biaya Produksi Film
Biaya Produksi Film
Ketum Produser Film mengakui bahwa sumber permodalan untuk memproduksi film sekarang lebih bervariasi. Dulu, imbuhnya, sineas kerap merogoh kocek pribadi untuk menutup kebutuhan ongkos produksi.

Kesempatan mendapatkan dana segar kini semakin terbuka. Tantangan selanjutnya terkait prospek keekonomian atasi film yang hendak diproduksi. "Sekarang, perusahaan teknologi mulai masuk, ada dari modal ventura juga," ucap Fauzan kepada Katadata.co.id, Kamis (3/1). Yang pasti, ongkos pembuatan film tidak bisa dipatok rata. Berikut ini gambaran kebutuhan biaya produksi enam jenis film berdasarkan berdasarkan teknik penceritaan, kanal pertunjukan, dan skala produksi.

Semoga kedepan produksi film bukan hanya berdasarkan dari banyaknya target yang harus dikeluarkan. Namun film itu sendiri juga musti memiliki kualitas yang lebih baik, ada beragam film dengan konsep cerita yang sangat bagus. Yang seharusnya bila digabungkan dengan teknologi terkini akan makin bagus outputnya.

Menteri Keuangan Terbaik Perbaikan pasti

Menteri Keuangan Terbaik masih disandang oleh Sri Mulyani hingga saat ini. Bukan hanya pengakuan dari dalam negeri saja, namun dari dunia pun termasuk PBB mengakui keahlian Sri Mulyani dalam menerapkan kebijakan dan sistem fiskal di Indonesia. Menjadi kebanggaan untuk kita semua karena memiliki salah satu menteri terbaik yang diakui oleh seluruh dunia.

Menteri Keuangan Terbaik
Menteri Keuangan Terbaik
Dalam laman editorialnya, The Banker mengapresiasi capaian anggaran dan ekonomi yang positif di tengah bencana yang bertubi-tubi melanda Indonesia. “Pada 2018, Indonesia menghadapi tragedi tapi mampu menjaga ketahanannya dalam arahan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati,” demikian dikutip dari tulisan yang dirilis pada Rabu (2/1).

The Banker menyinggung tentang gempa di Lombok yang direspons Sri Mulyani dengan strategi baru untuk mendanai penanganan bencana alam. Sebelumnya, negara bergantung pada dana kontingensi yang sebesar Rp 3 triliun per tahun. “Diluncurkan pada Oktober 2018, strateginya adalah mengasuransikan gedung pemerintah mulai 2019 untuk menjaganya dan membantu proses pemulihan yang cepat,” demikian tertulis.

Semoga selain Sri Mulyani, muncul menteri-menteri lain yang memiliki ketangkasan serupa. Membangun Indonesia harus dimulai dari sistem pemerintahan yang baik, termasuk menjadikan orang-orang terbaik sebagai menteri dibawah Presiden. SMI adalah contoh nyata anak bangsa yang memiliki segudang kemampuan untuk memperbaiki negeri ini.