Tampilkan postingan dengan label Impor Jagung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Impor Jagung. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 Januari 2019

Kebijakan Impor Jagung 2019

Pemerintah Indonesia berencana untuk membuka kembali keran Impor Jagung untuk kebutuhan Industri makanan dan Minuman. Hal ini dilakukan karena asokan jagung lokal belum mamu sesuai dengan spesifikasi kebutuhan jagung untuk industri. Di sisi lain, kebutuhan kualitas jagung untuk industri makanan dan untuk makanan ternak tentunya berbeda. Dalam hal ini, Kementerian Pertanian akhirnya kembali menegaskan terkait izin impor jagung yang telah diterbitkan oleh pemerintah guna memenuhi kebutuhan jagung industri makanan dan minuman dalam negeri.
Impor Jagung
Impor Jagung

Bambang Sugiharto, Direktur Serealia Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Perdagangan menyebutkan bahwa jenis jagung untuk kebutuhan industri akan disesuaikan dengan industri penggunaannya yakni sebagai contoh industri makanan dan minuman. Impor jagung untuk industri makanan dan minuman ini dapat mencapai 500 ribu sampai dengan 700 ribu ton dalam satu tahun.

Bambang juga menuturkan bahwa jagung industri nantinya akan diproses kemabli menjadi bahan industi pangan dan industri lainnya. Dengan kata lain, sebagian hasil dari produksi jagung impor yang telah diolah di Indonesia nantinya akan menjadi komoditas ekspor. Sehingga akan ada nilai tambah yang dihasilkan dari jenis jagung impor tersebut.

Rabu, 14 November 2018

Kementan Bilang Jagung Surplus Tapi Kenapa Impor Jagung

Kebijakan pemerintah untuk Impor Jagung ternyata sempat menuai perdebatan dengan pihak pemangku kepentingan yang berdalih bahwa jagung akan panen besar dan tidak perlu diadakan impor jagung. Kementan (kementerian pertanian) telah menegaskan bahwa produksi jagung skala nasional masih berada pada posisi yang surplus untuk tahun ini. Kementan juga bersikukuh untuk membantah kabar kurang sedap mengenai kurangnya produksi jagung setelah diputuskannya impor jagung total sebanyak 100 ribu ton untuk sektor peternakan yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia.

Syukur Iwantoro, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian menyebutkan bahwa pihaknya menepis anggapan yang mengatakan bahwa harga pakan ternak naik yang diakibatkan oleh melesetnya data produksi jagung nasional. Dirinya juga mengatakan bahwa perhitungan surplus telah diketahui setelah angka proyeksi produksi lebih tinggi dari yang dibutuhkan.

Dalam perhitungan tersebut, produksi jagung nasional telah mencapai angka 28,48 juta ton dengan angka kbutuhan hanya mencapai 15,5 juta ton. Hasilnya, Kementan dengan tegas menyatakan bahwa surplus produksi jagung masih sebesar 12,98 juta ton.